Apa itu desain komunikasi visual

Desain komunikasi visual, merupakan sebuah bidang yang bertujuan untuk mengkomunikasikan sebuah informasi atau persuasi dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku konsumen / khalayak. 

Karya desain grafis / desain komunikasi visual yang tertua pun, menurut wikipedia berusia setua 15.000 – 10.000 SM berupa lukisan di di Lascaux, Perancis. Jadi sebenarnya bidang ini sudah sangat berumur bahkan dibanding industri-industri lainnya. Hanya saja, desain komunikasi visual belum mendapatkan popularitas sampai pada abad 19 – 20.

desain komunikasi visual

Seiring waktu desain komunikasi visual berkembang menjadi banyak disiplin, antara lain : branding desain, ilustrator, publikasi, sampai sekarang ini di dunia web atau app development, ada yang kita kenal dengan sebutan UI/UX (User Interface / User Experience).

Lalu apa artinya desain komunikasi visual itu sendiri?

desain komunikasi visual

Jadi DKV sendiri merupakan sebuah perancangan visual untuk mengkomunikasikan pesan dan mempengaruhi perilaku melalui berbagai metode, prinsip, dan elemen-elemennya. 

Elemen-elemen desain itu sendiri terdiri dari titik, garis, bidang, textur, warna, dll yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah karya visual yang dapat menarik perhatian khalayak.

Banyak contoh diluar sana yang merupakan hasil branding yang baik dan dalam jangka panjang dilakukan dengan konsisten, contoh saja KFC, atau McD yang logonya sangat ikonik dan menjadi top-of-mind ketika orang diminta berpikir tentang ‘junk food’ umumnya kedua brand tersebut lah yang muncul di benak terlebih dulu.

Software – software yang umum digunakan

Ada beberapa software desain yang umum digunakan oleh para desainer. antara lain :

  1. Adobe Illustrator

  2. Adobe Photoshop

  3. Corel Draw

  4. Affinity

  5. Inkscape

  6. Indesign

  7. Adobe XD

  8. Sketch

  9. Figma

Untuk fotografer, desainer, yang menyukai photo manipulation, digital imaging, photo editing, biasanya menggunakan photoshop. Software ini berbasis pixel dimana satuan ukurannya menggunakan DPI (Dot Per Inch). Semaking tinggi tingkat DPI yang digunakan maka semakin tajam resolusi hasilnya.

Sedangkan untuk Illustrator menjadi software yang favorit dipakai untuk membuat desain logo oleh karena fitur-fiturnya yang sangat mendukung. Juga untuk membuat branding kit. Juga Inkscape, Affinity, berfungsi kurang lebih mirip dengan Adobe Illustrator.

Sedangkan Adobe Indesign khusus digunakan untuk desain yang bersifat publikasi seperti majalah, buku, dan sebagainya. Software ini juga secara garis besar lumayan mirip dengan Adobe Illustrator.

Selain dari itu ada Adobe XD, biasanya digunakan untuk UI/UX designer yang mengembangkan interface dari sebuah website atau design. Sama halnya dengan XD, juga Figma, dan Sketch yang digunakan untuk UI/UX.

Terdapat juga software lain untuk animasi, motion graphic, seperti After Effects, 3ds Max, Cinema4d, Blender, 3d Maya. Menurut hemat saya penggunaan software animasi lebih kompleks dibandingkan software seperti photoshop, atau illustrator. Juga kebutuhan spek nya lebih tinggi.

Lalu seperti apa contoh – contoh karya desain komunikasi visual / desain grafis itu sendiri ? berikut adalah beberapa contohnya

 

UI/UX

Disamping ini merupakan contoh desain Interface pada website

desain komunikasi visual editorial

Contoh desain editorial pada majalah

Desain logo

desain packaging

desain packagin pada produk kosmetik

Nah kira-kira itulah contoh-contoh desain komunikasi visual. Di dunia modern ini juga desain grafis terus berkembang secara dinamis. Ketika sebelumnya dunia DKV lebih erat dengan dunia printing / cetak, sekarang justru secara dominan banyak desain lebih cenderung menjadi digital.

Sehingga dapat dikatakan bahwa dunia DKV cenderung mengikuti trend yang berjalan, namun tetap mampu beradaptasi dengan baik bagaimanapun bentuk dan disiplinnya berubah – ubah.

Walaupun ada pandangan – pandangan kritis yang seolah menyatakan bahwa ‘desain grafis’ sudah obsolete / tidak relevan dengan hadirnya teknologi AI yang membolehkan usernya menciptakan desain berdasarkan template.

Namun bagaimanapun kehadiran DKV selalu dibutuhkan oleh karena ‘kualitas’ yang diberikan melalui proses perancangan visual yang baik. Sedangkan kembali lagi menurut hemat saya, platform seperti Canva, Logo Builder, lebih bersifat untuk media yang kebutuhan desainnya lebih bersifat template, atau instan.

Seperti contohnya Instagram stories, feed, social media lainnya.

Sedangkan membuat animasi, branding, UI/UX, tidak cukup dengan sekedar template, dan membutuhkan proses dan pemikiran yang mendalam untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang dapat diterima dan dicerna dengan baik oleh khalayak.

Jadi, tidak akan terlambat untuk kamu yang tertarik belajar desain grafis dari sekarang. Di masa pandemi inipun, bisa jadi kamu punya waktu lebih untuk diluangkan belajar ilmu baru yang menjadi nilai tersendiri untuk kamu nantinya.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Yours truly,
Mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat